-->
IKLAN PANJANG ATAS WRAPPER

Isolator Padat

Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan isolator :
  1. poliester
  2. resin
  3. porselen
  4. micaver

Poliester

  • dibentuk dari poliester poliglass yang diperkuat dengan fiberglass
  • tidak mudah pecah
  • mempunyai mempunyai karakteristrik  listrik dan mekanik yang tinggi
  • dapat digunakan pada temperatur ruang yang tinggi dan didekat bahan-bahan korosif

Resin

  • dibentuk dari polimeric epoxyresin atau cycloalphatic resin dapat juga diperkuat dengan fiber glass atau fiber carbon
  • Mempunyai ketahanan mekanik dan ketahanan terhadap bahan kimia yang baik
  • Harga relatif lebih murah

Porselen

  • Porselin terbuat dari tanah liat china (China Clay) yang terdapat di alam dalam bentuk aluminium silikat yang dicampur dengan kaolin fealspar dan Quarts (kwarsa).
  • Kemudian campuran ini dipanaskan dalam tungku yang suhunya dapat diatur, dibakar sampai keras, halus mengkilat dan bebas dari lubang-lubang.
  • Untuk pembuatan isolator porselin diperlukan suhu berkisar antara 1300oC–1500oC dalam waktu 20–70 jam.

Micaver (mika)

  • dibentuk dari bahan-bahan mineral yang tahan terhadap panas
  • mempunyai karakteristrik listrik maju dan mundur yang aman
  • dapat beroperasi hingga temperatur 350oC sampai dengan 400oC

 

Jenis Isolator

Isolator untuk saluran transmisi diklasifikasikan menurut penggunaan dan konstruksinya menjadi :
  • Isolator gantung (suspension)
  • Isolator pasak (pin)
  • Isolator batang panjang (long-rod)
  • Isolator pos-saluran (line post)

Isolator gantung (suspension)

Gandengan isolator gantung pada umumnya dipakai pada saluran transmisi tegangan tinggi. Ada dua jenis isolator gantung, yaitu jenis clevis dan jenis ball-and-socket.

Isolator pasak (pin)

Isolator pasak adalah isolator yang memiliki pasak baja yang disekrup pada bagian bawahnya. Digunakan untuk keperluan sendiri-sendiri, karena kekuatan mekanisnya rendah sehingga tidak dibuat dalam ukuran-ukuran yang besar.

Isolator batang panjang (long-rod)

Isolator batang panjang mempunyai sedikit bagian logam sehingga tidak mudah menjadi rusak. Bentuk rusuknya yang sederhana menyebabkan isolator batang panjang mudah tercuci oleh hujan, sehingga tepat untuk penggunaan pada tempat yang banyak dikotori oleh garam atau debu.

Isolator pos saluran

Isolator pos saluran terbuat dari porselin dengan pasak baja yang dipasang pada bagian bawah isolator. Isolator jenis ini terletak pada bagian ujung saluran.


Karakteristik listrik isolator dibagi menjadi :

  1. Tegangan lompatan api frekuensi rendah kering
  2. Tegangan lompatan api frekuensi rendah basah
  3. Tegangan lompatan api impuls

Tegangan lompatan api frekuensi rendah kering

Tegangan lompatan api (flashover voltage) frekuensi rendah kering adalah tegangan lompatan api yang terjadi terjadi bila tegangan tegangan diterapkan diantara kedua elektroda isolator yang bersih dan kering permukaannya. Tegangan ini adalah nilai dasar dari karakteristik sebuah isolator.

Tegangan lompatan api frekuensi rendah basah

Tegangan lompatan api frekuensi rendah basah adalah tegangan lompatan api yang terjadi bila tegangan diterapkan diantara kedua elektroda isolator yang basah karena hujan atau dibasahi untuk menirukan keadaan hujan.

Tegangan lompatan api impuls

Tegangan lompatan api impuls adalah tegangan lompatan api yang terjadi bila tegangan impuls dengan gelombang standar diterapkan. Karakteristik impuls terbagi atas polaritas positif dan negatif.
Tabel. Karakteristik Listrik Isolator Gantung 250 mm
Jumlah piringan
teg. lompatan api
Frekuensi rendah (kV)
teg. lompatan api
Impuls (kV)
Kering Basah Positif Negatif
2 155 90 255 255
3 215 130 355 345
4 270 170 440 415
5 325 215 525 495
6 380 255 610 585
: : : : :
25 1280 950 2145 2210


Perlengkapan Isolator

Yang termasuk dalam kategori perlengkapan isolator adalah pasangan-pasangan logam dan perlengkapan-perlengkapan lainnya untuk menghubungkan penghantar, isolator dan tiang transmisi.


1. Pasangan isolator

Pasangan isolator terbuat dari besi atau baja tempa yang ukurannya disesuaikan dengan tegangan, jenis dan ukuran penghantar, kekuatan mekanis serta konstruksi penopangnya. Dengan demikian dikenal baut-U, klevis (clevis), link, mata (eye), ball and socket, dsb yang mudah dihubung-hubungkan atau dipertukarkan


2.Tanduk Api

Untuk mencegah lompatan api (flashover) pada gandengan gandengan isolator isolator dipasang dipasang tanduk -tanduk api (arcing horns). Tanduk api dipasang pada ujung kawat dan ujung tanah dari isolator, serta dibentuk sedemikian rupa sehingga busur api tidak akan mengenai isolator disaat lompatan api terjadi.


3. Jepitan

Untuk penghantar dipakai pengapit gantungan (suspension clamps) dan pengapit tarikan (tension clamps). Sedang untuk kawat tanah dipakai pengapit sederhana. Pengapit-pengapit dipilih dengan memperhatikan macam dan ukuran kawat, kuat tarik maksimum serta dibentuk sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kerusakan dan kelelahan karena getaran (vibration) dan sudut andongan kawat.




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

HPK TARUH DISINI

Iklan Bawah Artikel